Ziarah Kubur Sesuai Sunnah - Abdullah Faqoth
News Update
Loading...

Wednesday, 22 April 2020

Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

Ziarah Kubur Sesuai Sunnah Nabi Shallalalhu 'alaihi wa sallam
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sering datang kekubur para sahabatnya yaitu di baqi', beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam hanya datang, kemudian ucapkan salam, kemudian berdo'a untuk penghuni kubur (seperti apa yang akan kami sebutkan di bawah), setelah itui Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam PULANG, beliau tidak bawa air, juga tidak bawa kembang telon (bunga), beliau Shallallahu 'alihi wa sallam juga tidak tahlilan dikuburan , tidak hadrohan/ketimpringan apalagi sampai angguk-angguk disisi kubur.
Karena Tujuan utama dziarah kubur adalah

 1. Tujan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah.
Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan KEMATIAN dan kiehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal Shalih.

2. Tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit.
Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat doa orang yang masih hidup.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur. Teks doanya,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

"ASSALAMU'ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU'MINIINA WAL MUSLIMIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA'KHRIIN.

WA INNA INSYA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN

WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL 'AAFIYAH."

Artinya :
"Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Alah akan menyusul kalain, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

Hadits ini diajarkan kepada ibunda A'isyah radhiyallahu 'anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur. (HR. Ahmad  25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).

Kita tidak diperboleh memakai sandal ketika memasuki perkuburan.
Dari Sahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu 'anhu : "Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

"Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu! Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya." (HR. Abu Dawud (2/72), Ab Nasa'I (1/288), Ibnu Majah (1/474), Ahmad (5/83), dan selainya. Al Hakim berkata : "Sanadnya  Shahih". Hal ini disetujui oleh Adz Dzahabi dan juga Al Hafizh di Fathul Baari (3/160). Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 173, Maktabah Al Ma'arif)

Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

"Sunnguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik dari pada duduk di atas kubur." (HR. Muslim (3/62)

Kita diperbolehkan mengangkat tangan ketika mendo'akan mayit tetapi tidak  boleh menghadap kuburannya ketika mendo'akannya (yang dituntunkan  adalah menghadap kiblat). 

Hal ini berdasarkan hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha ketika beliau mengutus barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi' Al Ghardad. Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi' lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo'akan mereka.
(Syaikh Al Albani mengatakan : "Diriwayatkan oleh Ahmad (6/92), dan hadits ini terdapat di Al Muwaththo' (1/239-240), dan An Nasa'I dengan redaksi yang semisal tetapi disana tidak disebutkan (kalau Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) mengangkat tangan. Dan sanad hadits ini hasan." Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 246, Maktabah Al Ma'arif.
Dan ketika berdo'a hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do'a adalah intisari sholat.
Semoga bermanfaat

Sumber :
  • @dokter_bidah 
  • muslim.or.id
Add your opinion
Berikan Komentar
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done