Pembatal Keislaman 3 - Tidak Mengkafirkan Orang Kafir

Pembatal Keislaman 3 - Tidak Mengkafirkan orang-orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat mereka.
Yaitu orang tidak mengkafirkan orang-orang kafir, baik Yahudi, Nasrani maupun Majusi, orang-orang musyrik, atau orang-orang mulhid (Atheis), atau selain itu dari berbagai macam kekufuran, atau ia meragukan kekufuran mereka, atau ia membenarkan pendapat mereka, maka telah kafir.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ⁣⁣⁣
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..."  (QS. Ali 'Imran : 19)

Termasuk juga seseorang memilih kepercayaan selain Islam, seperti Yahudi, Nasrani, Majusi, Komunis, sekularime, Masuni, Ba'ats, atau keyakinan (kepercayaan) lainnya yang jelas kufur , maka ia telah kafir.

Juga Firman-Nya:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ⁣⁣⁣
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan ditrima (agama itu) darinya, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali 'Imran : 85)

Hal ini dikarenakan Allah Ta'ala telah mengkafirkan mereka, namun ia menyelisihi Allah dan Rasul-Nya, ia tidak mau mengkafirkan mereka, atau meragukn kekufuran mereka, atau ia membenarkan pendapat meraka, sedangkan kekufuran mereka itu telah menentang Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ⁣⁣⁣

"Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dn orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya . Mereka itu adalah seburuk-buruk mahluk." (QS. Al-Bayyinah : 6)
Yang dimaksud Ahlul KItab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani, sedangkan kaum musyrikin adalah orang-orang yang lain bersama Allah.
Semoga bermanfaat

Sumber:
  • @hsi.abdullahroy
Abdullah bin Akmal
''Menyebarkan ilmu sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah di atas pemahaman Salafush Shalih."

Baca Juga Nih

Curhat di Sini