Antara Masker dan Cadar - Abdullah Faqoth

Friday, 6 March 2020

Antara Masker dan Cadar

Kemarin muslimah bercadar diejek dan  dianggap tidak sopan lantaran berinteraksi dengan wajah yang tidak terbuka. Sekarang orang berebut masker ingin menutupi wajahnya.
Para ulama madzhab tidak ada yang menentang cadar sebagai Syari'at. Jika kita belum mampu mengamalkan ajaran Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam maka janganlah membencinya.
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
فمَن رغب عن سنَّتي فليس منِّي
"Barangsiapa yang Membenci sunnahku (ajaranku) maka dia bukan termasuk golonganku."
(HR. Al-Bukhari no.5063 dan Muslim no. 1401) 
Sikap memperolok-olok syi'ar agama bertentangan dengan keimanan, di dalam diri seseorang, tidak akan bisa bertemu. Oleh karena itu, Allah menyebutkan bahwa pengagunggan terhadap syi'ar-syi'ar agama berasal dari ketaqwaan hati.
Allah Subhanahu wa Ta'ala Berfirman,
وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ
"Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketaqwaan hati."
(QS. Al Hajj : 32)
Sumber
  • @tanjungbalaimengaji
  • muslimah.or.id

Share with your friends

Give us your opinion

Mulia Dengan Manhaj Salaf

Note: only a member of this blog may post a comment.