Muslim Tidak Merayakan Valentines Day - Abdullah Faqoth
News Update
Loading...

Thursday, 13 February 2020

Muslim Tidak Merayakan Valentines Day

Muslim Tidak Merayakan Valentines Day -Hal ini berlaku untuk seluruh muslim, baik yang sudah menikah maupun yang belum menikah. Yang belum menikah tentu jika merayakan valentine maka ia akan terus terjerumus dalam kemaksiatan, bahkan karena rusaknya valentine ini menjadikan  ia terkenal dengan hari zina. Bagi yang sudah menikah maka ia akan terjerumus dalam kerusakan yang besar, yakni ikut merayakan hari raya orang kafir dan ini haram hukumnya.
Hari valentine ini bukanlah datangnya dari Islam melainkan dari orang kafir, sedangkan Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Siapa yang meniru suatu kaum, maka dia bagian kaum tersebut."
(HR.Abu Daud dan Dishahihkan Syaikh Al-Albani)
  •   Merayakan Valentine termasuk meniru orang kafir.      
  • Hari Kasih Sayang menjadi hari semangat berzina, padahal mendakati zina saja haraam, apalagi melakukannya.
  • Meniru perbutan setan yaitu pemborosan dalam membelanjakan harta seperti untuk membeli coklat, bunga, kado dan lain-lain.
Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah mengatakan,
"Adapun memberi ucapan selamat pada syi'ar-syi'ar kekufuran yang khusus bagi orang-orang kafir (seperti mengucapkan selamat natal atau selamat hari valentine) adalah sesuatu yang diharamkan berdasarkan ijma' (kesepakatan ) kaum muslimin."
Ahkamul Ahlidz Dzimmah  (1/441, Asy Syamilah)

Sumber :
  • @dewanfatwapa
  • @knowthesunnah

Add your opinion
Berikan Komentar
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done