Hukum Memberi Air dan Kembang Di Kuburan

Hukum memberi air, menabur bunga dan adzan di kuburan.
🔊Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawas

🔊Ustadz Abu Haidar As Sundawy

🔊Ustadz Muflih Safitra

Seorang ulama hadits Mesir Syaikh Ahmad
Syakir rahimahullah mengatakan, "Perbuatan ini digalakkan oleh kebanyakan orang, padahal hal tersebut tidak memiliki sandaran dalam agama. Hal ini dilatarbelakangi oleh sikap berlebih-lebihan dan sikap mengekor dari kaum Nasrani. Apa yang terjadi, khususnya di negara Mesir mereka pun contoh dari hal ini. Orang mesirpun melakukan teradisi tebar bunga diatas pusara atau saling menghadiahkan bunga sesama mereka. Orang-orang meletakkan bunga diatas pusara kerabat atau keluarga mereka sebagai bentuk penghormatan kepada mereka yang telah wafat." 

Lalu di akhir perkataan, beliau menyatakan, "Semua ini adalah perbuatan bid'ah dan kemungkaran yang tidak berasal dari agama islam, tidak pula memiliki sandaran dari Al qur'an dan sunnah nabi. Dan kewajiban para ulama adalah mengingkari dan melarang segala teradisi ini sesuai kemampuan mereka." (Ta'liq Ahmad Syakir terhadap Sunan At Tirmidzi 1/103, dinukil dari Ahkaamul Janaaiz hal. 25).

Disebutkan dalam Al-Fatawa Al-Faqhiyah Al-Kubra,
Tanya : Apa hukum Adzan dan Iqamah ketika menutup liang lahat?

Jawaban Ibnu Hajar Al-Haitami : 
Itu bid'ah. Siapa yang menyakini itu disunnahkan ketika menurunkan jenazah ke kubur, karena disamakan dengan anjuran adzan dan Iqamah untuk bayi yang baru dilahirkan, menyamakan ujung akhir manusia sebagaimana ketika awal dilahirkan, adalah keyakinan yang salah. Apa yang bisa menyamakan dua hal ini.  Semata-mata alasan, yang satu di awal dan yang satu di ujung, ini tidaklah menunjukkan adanya kesamaan. 

Sumber : @almanhaj.or.id
                  @dakwah.vidram
                   konsultasisyariah.com
Abdullah bin Akmal
''Menyebarkan ilmu sesuai dengan Al-Qur'an dan As-Sunnah di atas pemahaman Salafush Shalih."

Baca Juga Nih