Hukum Anak Diruqyah Karena Nakal Dan Membuka BRC - Abdullah Faqoth

Sunday, 19 January 2020

Hukum Anak Diruqyah Karena Nakal Dan Membuka BRC

Hukum Anak Nakal Diruqyaqh Dan Hukum Membuka BRC (Bekam Ruqyah Center)

๐Ÿ”ŠUstadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Fatwa Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan
Soal : Apa pendapat Kalian tentang hukum membuka pratek pengobatan khusus ruqyah?

Jawaban : Ini tidak boleh dilakukan, karena akan membuka pintu fitnah dan penipuan orang-orang suka menipu. Demikian juga hal ini tidak dilakukan oleh salafush shalih yakni membuka panti-panti dan tempat ruqyah. Membuka lebar pintu ini akan mengakibatkan kejelekan, kerusakan, dan andilorang yang tidak layak untuk masukpada bidang ini. Keumuman manusia nekat, semata-mata untuk memenuhi hajat dan kerakusaannya terhadap harta. Mereka ingin merekrut manusia agar berkumpul di sekelilimgnya, walaupun harus m,emakai cara-cara yang haram.
(Al Muntaqa min Fatwa Al Fauzan 2/148)

Sekarang mungkin kita bisa temui buka praktek bekam, memasang tarif dan membuat iklan di media. Ini sebaiknya tidak dilakukan. Dalam beberapa hadits  upah bekam disebut dengan kata-kata "khabits/kotor" dan "shut/haram"

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda,                                                                         ุนَู†ْ ุฑَุณُูˆู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ : ุซَู…َู†ُ ุงู„ْูƒَู„ْุจِ ุฎَุจِูŠุซٌ ูˆَู…َู‡ْุฑُ ุงู„ْุจَุบِูŠِّ ุฎَุจِูŠุซٌ ูˆَูƒَุณْุจُ ุงู„ْุญَุฌَّุงู…ِ ุฎَุจِูŠุซٌ          "Hasil penjualan anjing itu kotor. Hasil melacur itu juga kotor. Pendapatan tukang bekam itu kotor." (HR. Muslim no. 4095)

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda,                                                                             ุฅِู†َّ ู…َู‡ْุฑَ ุงู„ْุจَุบِูŠِّ ูˆَุซَู…َู†َ ุงู„ْูƒَู„ْุจِ ูˆَุงู„ุณِّู†َّูˆْุฑِ ูˆَูƒَุณْุจَ ุงู„ْุญَุฌَّุงู…ِ ู…ِู†َ ุงู„ุณُّุญْุชِ                                                            "Sesungguhnya, upah pelacur, hasil penjualan anjing dan kucing , serta pendapatan tukang bekam itu suhut (haram)." (HR. Ibnu Hibban no. 4941)
Al-Munawi rahimahullah menjelaskan ini,
"Penyebutan upah yang pertama (upah pelacur dan penjualan anjing) adalah haram adapun yang ketiga (upah bekam) adalah makruh (dibenci)."
(At- Taisir 2/76)

๐Ÿ‘ค Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
Sumber : @dakwah.vidgram

Share with your friends

Give us your opinion

Mulia Dengan Manhaj Salaf

Note: only a member of this blog may post a comment.