Culture

Siapa Bilang Musik Haram?

Allah Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an :
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ⁣
"Dan di antara manusia ada orang yang mempergunakan lahwal hadis untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah tanpa pengatahuan dan menjadikan Allah untuk olok- olokan. Mereka itu memperoleh adzab yang menghinakan."
(QS. Luqman : 6)

Mayoritas ahli tafsir menafsirkan lahwal hadis dalam ayat ini  maknanya : 
al ghina' (nyanyian). Ini merupakan tafsir Ibnu Abbas, Jabir bin Abdillah, Mujahid, Ikrimah. Namun yang dimaksud nyanyian disini adalah nyanyian yang diiringi alat musik.


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:   "Di akhir zaman nanti akan ada (peristiwa) di mana orang-orang ditenggelamkan (kedalam bumi), dilempari batu dan diubah wajahnya menjadi buruk." Beliau ditanya "kapankah hal itu terjadi wahai Rasulullah?". Beliau menjawab, "Ketika ma'azif (alat-alat musik) dan para penyanyi wanita telah merajalela, serta khamar di anggap halal".(HR. Ath Thabrani no. 5672 | Shahih)

Rasulullah shallallahu 'alahi wa sallam bersabda : "Akan ada datang kaum dari umatku kelak yang menghalalkan zina, sutera, khamar, dan ma'azif (alat-alat musik)."(HR. Bukhari)
Pemateri : 👤Ustadz Syafiq Riza Basalamah 
Sumber : @syafiqrizabasalamah_official