Larangan Menghina Dengan Nama Binatang - Abdullah Faqoth
News Update
Loading...

Sunday, 8 December 2019

Larangan Menghina Dengan Nama Binatang

Untukmu yang gemar mencela dan gemar menghina dengan julukan-julukan binatang, perhatikan...!

Imam An Nawawi  rahimahulullah berkata:
ومن الألفاظ المذمومة المستعملة في العادة قوله لمن يخاصمه: يا حمار، يا تيس، يا كلب، ونحو ذلك، فهذا قبيح لوجهين: أحدهما: أنه كذب. والآخر: أنه إيذاء
"Diantara lafadz yang tercela yang biasa digunakan orang untuk mencela orang yang berselisih dengan nya adalah perkataan 'wahai keledai', 'wahai kambing', 'wahai anjing' atau semacamnya. Perekataan ini tercela dari 2 sisi : (1) itu merupakan dusta, (2) itu merupakan gangguan terhadap orang lain."
(Ktab Al Adz Zakar 365)

Sa'id bin Al Musyyab rahimahullah berkata ;
لَا تَقُلْ لِصَاحِبِكَ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ. فَيَقُولَ لَكَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتُرَانِي خُلِقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟
"Jangan engkau berkata kepada temanmu 'wahai keledai', 'wahai anjing', 'wahai babi'.
Sehingga kelak di hari kiamat engaku akan ditanya : 'apakah engkau melihat aku diciptakan sebagai anjing atau keledai atau babi?."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushnnaf 5/282)

Ibrahim An Nakha'i  rahimahullah berkata : 
كَانُوا يَقُولُونَ: إِذَا قَالَ الرَّجُلُ لِلرَّجُلِ: يَا حِمَارُ، يَا كَلْبُ، يَا خِنْزِيرُ؛ قَالَ اللَّهُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَتَرَانِي خَلَقْتُ كَلْبًا أَوْ حِمَارًا أَوْ خِنْزِيرًا؟
"Mereka (para tabi'in) dahulu mengatakan, jika sesorang mencela orang lain dengan perkataan 'waahai keledai', 'wahi anjing', 'wahi babi' maka kelak Allah Ta'ala akan bertanaya kepadanya di hari kiamat : 'apakah engkau melihat aku menciptakn dia sebagai anjing atau keledai atau babi?."
(Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dalam Al Mushnnaf 5/238)

Dalam hadits Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
المتسابان ماقالا، فعلى البادي منهما حتى يعتدي المظلوم
"Dosa akibat perkataan dua oran yang saling memaki menjadi tanggungan orang yang memulainya, sampai orang yang dizalimi melewati batas."
(HR. Muslim no.2567)

Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah menjelaskan : 
"Padahal boleh jadi pihak yang di cela itu justru lebih baik dari pada pihak yang mencela. Bahkan inilah realita yang sering terjadi. Sesungguhnya celaan itu tidak akan muncul  kecuali dari orang yang penuh dengan ahlak yang buruk, dan perilaku yang tercela."
Oleh karena itu Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
بحسب امرئ من الشر أن يحقر أخاه المسلم
"Cukuplah sesorang itu dikatakan jelek mana kala dia merendahkan saudaranya  (muslim)."
(Taisiir Al Kariimi Ar Rahman surat  al hujarat )

Pemateri : 👤Abdullah bin Suyitno
Sumber: shahifiqih.com
Add your opinion
Berikan Komentar
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done