Abdullah Faqoth
News Update
Loading...

Fiqh dan Muamalah

[Fiqh dan Muamalah] [recentbylabel]

Aqidah

[Aqidah] [recentbylabel]

Pembatal keislaman

[Pembatal Keislaman] [recentbylabel]

Manhaj

[Manhaj] [recentbylabel]

Amalan

[Amalan] [recentbylabel]

Monday, 25 May 2020

Posting Setiap Moment Bahagia Di Instagram


Ketika kubuka Instagram, dan kubuka instastory para penggunanya...

Kulihat berbagai macam moment Bahagia mereka, ada yang memposting pekerjaannya, cabang usahanya, makanannya dan lainnya.

Terkadang aku sendiri juga sulit untuk mengontrolnya, dan aku terus mencoba untuk membenahi diri agar tidak kebablasan dalam memposting moment bahagiaku.

Yaa, salah satu nya adalah untuk menjaga privasi kita dari dunia luar, karena tak setiap orang berhak mengetahui keadaan diri kita yang sebenarnya.

Dan, ini adalah bagian yang menjadi perhatian sebenarnya dalam tulisan ini. 

"Sebab ada hati yang harus dijaga"

Hati siapa?

Hati yang tak sebahagia yang kau miliki.

Mungkin saja hidupnya tak seindah hidup mu.

Wallahu 'alam bish shawab. 

Sumber : @vibesdaily_

Wednesday, 22 April 2020

Ziarah Kubur Sesuai Sunnah

Ziarah Kubur Sesuai Sunnah Nabi Shallalalhu 'alaihi wa sallam
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam sering datang kekubur para sahabatnya yaitu di baqi', beliau Shallallahu 'alaihi wa sallam hanya datang, kemudian ucapkan salam, kemudian berdo'a untuk penghuni kubur (seperti apa yang akan kami sebutkan di bawah), setelah itui Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam PULANG, beliau tidak bawa air, juga tidak bawa kembang telon (bunga), beliau Shallallahu 'alihi wa sallam juga tidak tahlilan dikuburan , tidak hadrohan/ketimpringan apalagi sampai angguk-angguk disisi kubur.
Karena Tujuan utama dziarah kubur adalah

 1. Tujan yang manfaatnya kembali kepada orang yang berziarah.
Bentuknya mengingatkan orang yang berziarah akan KEMATIAN dan kiehidupan dunia yang fana. Bekal utama mereka adalah iman dan amal Shalih.

2. Tujuan yang manfaatnya kembali kepada mayit.
Bentuknya adalah salam dari pengunjung dan doa kebaikan untuk mayit, serta seluruh penghuni kubur lainnya. Orang mati yang sudah tidak mampu menambah amal, dia sangat doa orang yang masih hidup.

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengajarkan kepada kita doa ketika berziarah kubur. Teks doanya,

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

"ASSALAMU'ALAIKUM AHLAD-DIYAAR MINAL MU'MINIINA WAL MUSLIMIN. YARHAMULLOOHUL MUSTAQDIMIINA MINNAA WAL MUSTA'KHRIIN.

WA INNA INSYA ALLOOHU BIKUM LA-LAAHIQUUN

WA AS ALULLOOHA LANAA WALAKUMUL 'AAFIYAH."

Artinya :
"Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Alah akan menyusul kalain, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."

Hadits ini diajarkan kepada ibunda A'isyah radhiyallahu 'anha, ketika beliau bertanya kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang doa yang dibaca pada saat ziarah kubur. (HR. Ahmad  25855, Muslim 975, Ibnu Hibban 7110, dan yang lainnya).

Kita tidak diperboleh memakai sandal ketika memasuki perkuburan.
Dari Sahabat Basyir bin Khashashiyah radhiyallahu 'anhu : "Ketika Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam sedang berjalan, tiba tiba beliau melihat seseorang sedang berjalan diantara kuburan dengan memakai sandal. Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

يَا صَاحِبَ السِّبْتِيَّتَيْنِ، وَيْحَكَ أَلْقِ سِبْتِيَّتَيْكَ» فَنَظَرَ الرَّجُلُ فَلَمَّا عَرَفَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَلَعَهُمَا فَرَمَى بِهِمَا

"Wahai pemakai sandal, celakalah engkau! Lepaskan sandalmu! Lalu orang tersebut melihat (orang yang meneriakinya). Tatkala ia mengenali (kalau orang itu adalah) Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, ia melepas kedua sandalnya dan melemparnya." (HR. Abu Dawud (2/72), Ab Nasa'I (1/288), Ibnu Majah (1/474), Ahmad (5/83), dan selainya. Al Hakim berkata : "Sanadnya  Shahih". Hal ini disetujui oleh Adz Dzahabi dan juga Al Hafizh di Fathul Baari (3/160). Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 173, Maktabah Al Ma'arif)

Tidak duduk di atas kuburan dan menginjaknya.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,

لَأَنْ يَجْلِسَ أَحَدُكُمْ عَلَى جَمْرَةٍ فَتُحْرِقَ ثِيَابَهُ، فَتَخْلُصَ إِلَى جِلْدِهِ، خَيْرٌ لَهُ مِنْ أَنْ يَجْلِسَ عَلَى قَبْرٍ

"Sunnguh jika salah seorang dari kalian duduk di atas bara api sehingga membakar bajunya dan menembus kulitnya, itu lebih baik dari pada duduk di atas kubur." (HR. Muslim (3/62)

Kita diperbolehkan mengangkat tangan ketika mendo'akan mayit tetapi tidak  boleh menghadap kuburannya ketika mendo'akannya (yang dituntunkan  adalah menghadap kiblat). 

Hal ini berdasarkan hadits 'Aisyah radhiyallahu 'anha ketika beliau mengutus barirah untuk membuntuti Nabi yang pergi ke Baqi' Al Ghardad. Lalu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berhenti di dekat Baqi' lalu mengangkat tangan beliau untuk mendo'akan mereka.
(Syaikh Al Albani mengatakan : "Diriwayatkan oleh Ahmad (6/92), dan hadits ini terdapat di Al Muwaththo' (1/239-240), dan An Nasa'I dengan redaksi yang semisal tetapi disana tidak disebutkan (kalau Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam) mengangkat tangan. Dan sanad hadits ini hasan." Lihat Ahkaamul Janaa-iz hal. 246, Maktabah Al Ma'arif.
Dan ketika berdo'a hendaknya tidak menghadap kubur karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan. Sedangkan do'a adalah intisari sholat.
Semoga bermanfaat

Sumber :
  • @dokter_bidah 
  • muslim.or.id

Sunday, 12 April 2020

Lelaki Bermain Rebana Sambil Bernyanyi

Haram hukumnya Lelaki bermain Rebana sambil Bernyanyi.

Imam Ibnu Rajab Rahimahullah berkata:
"Oleh karena itu, mayoritas ulama' berpendapat bahwa, memainkan rebana sambil bernyanyi bagi lelaki hukumnya HAROM. Karena perkara tersebut serupa dengan perbuatan wanita yang dilarang oleh agama."[1]

Imam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata:
"Wanita diberi keringanan untuk memainkan rebana dalam pesta pernikahan dan acara gembira. Adapun lelaki, tidak ada seorang pun dizaman nabi yang  memainkan rebana ataupun bertepuk tangan."[2]

Imam al-Muzani (wafat 264H) rahimahullah (adalah seorang MURID SENIOR  Imam Asy-Syafi'i rahimahullah). Beliau adalah seorang yang sangat ZUHUD, mujtahid dan mempunyai kekuatan berhujjah.

Imam al-Muzani pernah bersyair :
"MEMUKUL REBANA pada waktu malam, Dan MENARI dan BERTEPUK TANGAN adalah perbuatan orang yang BODOH, ini merupakan REKAAN BARU dan KESESATAN mahluk,
Tiada di dalam Al-Qur'an yang menunjukkan kepadanya, Begitu juga tiada hadits dari Nabi yang membawa petunjuk (Shallallahu 'alaihi wa sallam), Tiada juga nukilan dari sahabat dan tabi'in, Tetapi dari ORANG  JAHIL (bodoh) yang BEEMAIN-MAIN dengan agamanya,
Yang MENSIA-SIAKAN umurnya dengan hiburan yang Menyesatkan."[3]

Semoga Allah 'Azzz wa Jalla selamatkan kita dari menjadi orang yang di sifatkan Imam al-Muzani rahimahullah.

Semoga Bermanfaat.

Footnote
[1]Fath Al Bari 6/82
[2] Majmu' Fatawa 11/565
[3] Madkhal oleh Ibnu Haaj 3/98

Sumber :
  • @dokter_bidah

Tuesday, 31 March 2020

Buah Dari Ilmu

Syaikh Ibnu Utsaimin Rahimahullah

Pertanyaan:
Apa itu buahnya ilmu?

Jawaban:
Pada hakekatnya, amalan adalah buah dari ilmu.
Barangsiapa beramal tanpa ilmu maka dia serupa dengan Nasrani, dan barangsiapa yang berilmu tanpa beramal maka dia serupa dengan Yahudi.
(Syarh Tsalatsatil Ushul : 22)

ما هي ثمرة العلم؟

والعمل في الحقيقة هو ثمرة العلم، فمن عمل بلا علم فقد شابه النصارى، ومن علم ولم يعمل فقد شابه اليهود.

[22]شرح الثلا ثة الأصول

Wednesday, 25 March 2020

Jalan Yang Banyak

Tafsir surat Al An'am : 153
{ وَلا تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ }
 الأنعام : ١٥٣
"Dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan yang banyak, niscaya kalian akan berpecah dari jalan-Nya.
(Surah Al An'am : 153)
Seorang Tabi'in yaitu Mujahid rahimahullah berkata :
"Makna jalan-jalan (السبل) yaitu kebid'ahan-kebid'ahan dan syubhat-syubhat."
[Tafsir Ibni Abi Hatim : 8104]

".قالتابعي مجاهد : "البدع والشبهات

[تفسير ابن أبي حاتم ٨١٠٤]

Thursday, 19 March 2020

Bagaimana Menghadapi Corona?

Oleh Ustadz Dr. Musyaffa' ad-Dariny, M.A.
  1. Lakukanlah usaha lahir, sebagaimana dijelaskan ahli kesehatan.
  2. Rutin dzikir pagi dan petang, juga dzikir setelah shalat.
  3. Rutin dzikir keluar rumah, dan dzikir singgah di suatu tempat.
  4. Perbanyak sedekah, karena sedekah bisa menolak bala'.
  5. Banyak berdoa dengan doa-doa khusus, minta diselamatkan dari bala' dan penyakit.
Wallahu a'lam.

Sumber :
  • @knowthesunnah

Pembatal Keislaman 3 - Tidak Mengkafirkan Orang Kafir

Pembatal Keislaman 3 - Tidak Mengkafirkan orang-orang musyrik, atau meragukan kekafiran mereka, atau membenarkan pendapat mereka.
Yaitu orang tidak mengkafirkan orang-orang kafir, baik Yahudi, Nasrani maupun Majusi, orang-orang musyrik, atau orang-orang mulhid (Atheis), atau selain itu dari berbagai macam kekufuran, atau ia meragukan kekufuran mereka, atau ia membenarkan pendapat mereka, maka telah kafir.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
إِنَّ الدِّينَ عِندَ اللَّهِ الْإِسْلَامُ⁣⁣⁣
"Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam..."  (QS. Ali 'Imran : 19)

Termasuk juga seseorang memilih kepercayaan selain Islam, seperti Yahudi, Nasrani, Majusi, Komunis, sekularime, Masuni, Ba'ats, atau keyakinan (kepercayaan) lainnya yang jelas kufur , maka ia telah kafir.

Juga Firman-Nya:
وَمَن يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْخَاسِرِينَ⁣⁣⁣
"Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan ditrima (agama itu) darinya, dan di akhirat ia termasuk orang-orang yang rugi." (QS. Ali 'Imran : 85)

Hal ini dikarenakan Allah Ta'ala telah mengkafirkan mereka, namun ia menyelisihi Allah dan Rasul-Nya, ia tidak mau mengkafirkan mereka, atau meragukn kekufuran mereka, atau ia membenarkan pendapat meraka, sedangkan kekufuran mereka itu telah menentang Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Allah Ta'ala berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا ۚ أُولَٰئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ⁣⁣⁣

"Sesungguhnya orang-orang kafir, yakni Ahli Kitab dn orang musyrik (akan masuk) ke Neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya . Mereka itu adalah seburuk-buruk mahluk." (QS. Al-Bayyinah : 6)
Yang dimaksud Ahlul KItab adalah orang-orang Yahudi dan Nasrani, sedangkan kaum musyrikin adalah orang-orang yang lain bersama Allah.
Semoga bermanfaat

Sumber:
  • @hsi.abdullahroy

Wednesday, 18 March 2020

Pembatal Keislaman 2 - Menjadikan Perantara Antara Dirinya Dan Allah

Pembatal Keislaman 2 - Menjadikan perantara antara dirinya dengan Allah

Yaitu dengan berdo'a, memohon syafa'at, serta bertawakkal kepada mereka (selain Allah).
Orang yang membuat perantara antara dirinya dengan Allah, yaitu dengan berdo'a, memohon syafa'at, serta bertawakkal kepada mereka. Perbuatan-perbuatan tersebut termasuk amalan kekufiuran menurut ijma' (kesepakatan ulama).
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:
قُلِ ادْعُوا الَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ الضُّرِّ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا أُولَٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا⁣⁣
"Katakanlah: 'Panggillah mereka yang kamu anggap (sekutu) selain Allah, maka tidaklah mereka memilki kekuasaan untuk menghilangkan bahaya darimu dan tidak pula dapat memindahkannya.' Yang mereka seru itu mencari sendiri jalan yang lebih dekat menuju Rabb-Nya, dan mereka mengharapkan rahmat serta takut akan adzab-Nya. Sesungguhnya adzab Rabb-mu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti."
(Al- Israa' : 56-57)

Semoga bermanfaat

Sumber :
  • @hsi.abdullahroy

Pembatal Keislaman 1 - Menyekutukan Allah (Syirik)

Pembatal Keislaman 1 - Menyekutukan Allah (syirik)


Yaitu menjadikan sekutu atau menjadikannya sebagai perantara antara dirinya dengan Allah Misalnya berdo'a, memohon syafa'at, bertawakkal, beristighatsah, bernadzar, menyembelih yang ditujukan kepada selain Allah, seperti menyembelih untuk jin atau untuk penghuni kubur, dengan keyakinan bahwa para sesembahan selain Allah itu dapat menolak bahaya atau dapat mendatangkan manfaat.

Allah subhanahu wa ta'ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ لَا يَغْفِرُ اَنْ يُّشْرَكَ بِهٖ وَيَغْفِرُ مَا دُوْنَ ذٰلِكَ لِمَنْ يَّشَآءُ ۚ وَمَنْ يُّشْرِكْ بِا للّٰهِ فَقَدِ افْتَـرٰۤى اِثْمًا عَظِيْمًا⁣

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) karena mempersekutukan-Nya (syirik), dan Dia mengampuni apa (dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa memprsekutukan Allah , maka sungguh , dia telah berbuat dosa yang besar."
(QS. An- Nisa' : 48)

Allah Ta'ala brfirman :
إِنَّهُ مَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ⁣ ⁣
"...Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadannya Surga, dan tempatnya adalah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun."
(QS. Al-Maidah : 72)

Semoga bermanfaat

Sumber :
  • @hsi.abdullahroy

Shalat

[Shalat] [recentbylabel2]

Fatwa Ulama

[Fatwa Ulama] [recentbylabel2]

Akhlaq dan Nasehat

[Akhlaq dan Nasehat] [recentbylabel2]

Tazkiyatun Nufus

[Tazkiyatun Nufus] [recentbylabel2]

Audio

[Audio] [recentbylabel2]

Pendidikan Anak

[Pendidikan Anak] [recentbylabel2]
Notification
This is just an example, you can fill it later with your own note.
Done